Penguatan Kapasitas Pelayan Konseling Pastoral untuk Menangani Kasus HIV/AIDS di GPM Masohi
Masohi 20 Oktober 2022. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Tim PKM IAKN Ambon, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelayan konseling pastoral dalam menangani klien dengan kasus HIV/AIDS di Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Masohi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 18 hingga 20 Oktober 2022, dengan melibatkan 50 orang pelayan konseling dari berbagai gereja di kawasan Klasis GPM Masohi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Pdt. A. Lohy/N, Ketua Klasis GPM Masohi, yang memberikan sambutan hangat mengenai pentingnya kegiatan ini. Tim PKM yang terdiri dari para ahli di bidang konseling dan psikologi, antara lain Andris Noya, M.Si, Rizard J. Talakua, M.Sc, dan Jeanete Papilaya, M.Psi, Psikolog, menyampaikan materi-materi penting mengenai konseling pastoral yang bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Kegiatan ini difokuskan pada tiga area utama: pembekalan pengetahuan, pelatihan keterampilan, dan penerapan teknik konseling. Para peserta dibekali dengan pemahaman mendalam tentang teknik konseling pastoral, serta keterampilan dalam menerapkan tahapan konseling yang komprehensif. Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah pentingnya penggunaan pendekatan psikologi dalam layanan konseling pastoral, guna memberikan dukungan yang lebih efektif kepada ODHA dalam menghadapi tantangan sosial dan emosional mereka.
Selain itu, simulasi konseling yang dilakukan juga memberikan pengalaman langsung bagi para pelayan konseling, sehingga mereka dapat mempraktikkan teknik yang telah dipelajari dalam situasi yang lebih nyata. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan cara observasi dan pengisian kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan peserta serta efektivitas program.
Selama kegiatan, para peserta juga diberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan konseling yang mereka berikan kepada ODHA, agar mereka merasa lebih diterima dalam masyarakat dan mendapat dukungan secara sosial, emosional, dan spiritual. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap ODHA dan memberikan mereka harapan serta dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kegiatan PKM ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan pelayan konseling pastoral, tetapi juga pada memperkuat peran gereja sebagai mitra masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS. Kegiatan ini telah berhasil menyebarkan pengetahuan yang lebih luas mengenai pentingnya konseling pastoral dalam mendukung ODHA, dan diharapkan dapat terus berlanjut dengan hasil yang lebih baik di masa depan .












